Social Icons

twitter facebook rss feed

Jumat, 04 Februari 2011

Komparasi Yamaha New Jupiter MX Manual Clutch vs Automatic Clutch



Jakarta - Sebelumnya, redaksi sudah menjajal Jupiter MX Manual Clutch dalam sesi test ride. Hasilnya, dua jempol untuk bebek sport Yamaha ini!

Tapi bagaimana dengan sang adik? New Jupiter MX masih punya satu varian lagi, yaitu versi tanpa kopling manual. Penasaran seperti apa bedanya? Yuk gas pol!

Desain
Secara desain tak ada yang berbeda. Keduanya sama-sama pakai baju baru. Lampu sein, cover body depan, spatbor hingga sayap semuanya baru. Keduanya juga sudah dilengkapi dengan spatbor kolong di roda belakang.

Bedanya hanya pelek belakang. Pada New Jupiter MX manual clutch sudah dimenggunakan pelek dengan lebar 2.5 inci dikawal ban 100/80, sedang versi automatic clutch hanya pakai pelek 1.60 inci dan ban 80/90.

Selain itu pemilihan striping dan warna kaki-kaki juga jadi pembeda. Pada New Jupiter MX manual clutch, swing arm, tabung sokbraker depan beberapa part kecil seperti foot step dilabur warna hitam, sedang New Jupiter MX automatic clutch pakai warna silver.

Fitur dan Teknologi
Semua fiturnya hampi tak ada bedanya. Panel speedometer hingga fungsi semua tombol di stang sama saja. Begitu juga dengan kapasitas boks bagasi di bawah jok sama sempitnya.

Perbedaan paling mencolok diantara keduanya ada pada transmisi. Meski menggunakan mesin dengan platform yang sama, tapi konstruksi mekanisme gigi transmisi dan bentuk crankcase-nya berbeda.

Pada New Jupiter MX tanpa kopling manual, transmisinya tidak ada yang berbeda bila dibandingkan dengan Jupiter MX versi terdahulu. Masih 4 percepatan dengan sistem rotari (N-1-2-3-4-N).

Sedang pada New Jupiter MX manual clutch, sudah mengadopsi transmisi 5 kecepatan. Transmisi ini serupa dengan yang dipakai Yamaha Vixion. Perpindahan gigi pun jadi seperti motor sport, satu ke bawah, dua seterusnya ke atas.

Perubahan transmisi mengharuskan penambahan penguat pada sasis, khususnya di area engine mounting. Penguat ini diperlukan untuk menghilangkan getaran.

Perbedaan lainnya ada pada aplikasi disk brake belakang khusus untuk New Jupiter MX versi manual clutch. Buat yang automatic clutch tetap pakai teromol.

Beda transmisi, beda juga di bak koplingnya (kiri punya New Jupiter MX manual clutch) 
Performa
Di atas kertas, Yamaha menunjukan adanya perbedaan power dan torsi kedua sepeda motor ini. New Jupiter MX Manual Clutch powernya  12,34 dk sedang versi non kopling manual hanya 12,14 dk di putaran mesin yang sama, 8500rpm.

Padahal mesin yang dipakai tetap sama. Sama-sama 4 tak SOHC, 4 Valve, beradiator. Kapasitas mesinnya tetap 134,4cc dengan piston 54mm dan langkah 58,5mm.

Lalu apa bedanya? Yang pasti penggunaan karburator vakum pada New Jupiter MX Manual Clutch ada pengaruhnya. Varian ini sudah pakai Mikuni BS25 yang dilengkapi TPS (throttle position sensor).

Keunggulan New Jupiter MX Manual Clutch tidak hanya diatas kertas, dipakai dijalanan pun terasa lebih responsif. Lima giginya yang berkarakter "pendek-pendek" membuatnya lebih agresif tapi tetap halus. 

Cuma sayangnya, gigi 5-nya terasa terlalu panjang. Bahkan untuk mencapai top speed 120 km/jam butuh lintasan lurus yang sangat panjang. Makanya gigi 5-nya hampir tak pernah di pakai, lebih asik pakai gigi 4.

Sedang New Jupiter MX automatic clutch, sama persis seperti versi sebelumnya. Perpindahan giginya terasa lebih panjang, dan sayangnya masih sering susah masuk gigi ketika putaran mesin terlalu tinggi atau terlalu rendah.

Tapi, untuk mencapai kecepatan 120 km/jam, rasanya lebih cepat versi automatic clutch ketimbang yang manual clutch. Sepertinya karena gigi 5 pada New Jupiter MX manual clutch terlalu panjang. Tapi diputaran bawah, lebih asik bawa manual clutch.

Handling
Sama saja, keduanya sama lincahnya. Tapi untuk menikung rebah, pelek kecil dengan ban berprofil mendonat pada New Jupiter MX automatic clutch lebih nyaman. Tidak terasa gejala ban belakang bergeser karena profil ban yang terlalu tipis.

Namun ketika bicara stabil, pelek belakang lebar pada New Jupiter MX manual clutch memang bikin percaya diri. Seimbang lah, masing-masing punya keunggulan soal handling.

Sedang pengeremannya, rem belakang versi teromol malah terkadang terasa terlalu pakem hingga mengunci. Sedang yang disk brake justru mampu mendistribusikan kekuatan pengereman yang lebih baik sesuai porsinya membantu rem depan.

Konsumsi bahan bakar
Nah, untuk membuktikannya, kedua bebek ini diajak berjalan bersamaan dengan rute kombinasi (macet dan lengang) yang sama. Kecepatannya pun disepakati tidak lebih dari 80 km/jam.
 
Hasilnya, New Jupiter MX manual clutch mampu berjalan 45,9 kilometer dengan 1 liter pertamax. Sedang versi New Jupiter MX automatic clutch dapat menempuh 48 kilometer dengan satu liter pertamax. Tetap hemat!

Harga
Sudah tahu kan perbedaan diantara keduanya, jadi wajar bila New Jupiter MX manual clutch dijual lebih mahal yaitu Rp. 16.4 juta (On The Road Jakarta) sedang yang automatic clutch dilepas Rp. 15,7 juta.

Sumber : Motor Plus
Read More..

Waspada Kabel Koil Mio Kendor, Jalannya Jadi Endut-endutan!



Jakarta - Awalnya seorang pengguna Yamaha Mio berfikir ada yang tidak beres dengan sistem bahan bakar skutiknya. Saat di gas jalannya endut-endutan, eh setelah di cek masalahnya malah ada di pengapian.

Hal ini terjadi pada beberapa konsumen yang datang ke bengkel Hasan Motor (HM) di Jl. Kelapa Dua, Kebon Jeruk, Jakbar.

"Iya nih ada beberapa pemilik Yamaha Mio keluaran terbaru yang datang dengan masalah sama," buka Hasan Basri, pemilik HM.

"Awalnya seperti motor tekor, kurang bensin diputaran bawah dan menengah. Ternyata setelah dicek, kabel koilnya kendor. Kalau kabel koilnya kendor, bisa tidak akan memantik sempurna," lanjut Hasan

Menurutnya hal ini terjadi karena kabel dari CDI yang menuju koil terlalu pendek. Getar atau goyang sedikit saja bisa longgar atau copot.

"Enggak perlu repot, tinggal kencangin lagi aja. Atau kalau perlu gepengin sedikit soketnya dengan tang agar bisa merekat lebih kuat," anjur Hasan.

Tapi sayangnya untuk mencapai kabel koil ini cukup banyak yang harus dibuka. Harus lepas aki, jok lengkap dengan boks tool kit. Kalau sudah lanjutkan dengan membuka cover body bagian tengah. Lalu perhatikan letak koil disebelah kiri blok silinder

SUMBER : Motor plus
Read More..

Jumat, 28 Januari 2011

Mio Putih Tama punya . . . 250 cc !!





 
   YMB memiliki motor full bore-up terkencang seantero jagad kota bogor..
  motor dengan kapasitas mesin 250 cc ini,m aman untuk nharian
 untuk info lebih lanjut hub. 087770005145.tama

Read More..

Kamis, 27 Januari 2011

Waspada Efek Gonta-Ganti Penggunaan Oli Pada Motor Anda !



Jakarta - Bicara soal pelumas mesin motor, ternyata cukup banyak motormania yang masih bingung. Tak heran kalau redaksi kerap dibanjiri pertanyaan seputar oli. Seperti apa efeknya terhadap mesin bila suka gonta-ganti oli. Lalu bagaimana cara yang benar jika ingin mengganti oli dengan merek lain. Trus seperti apa dampaknya bila menggunakan oli mobil di motor dan sebagainya.

Nah, biar lebih detail, kami coba membuat beberapa draft pertanyaan seputar oli motor ini. Kemudian kami coba minta bantuan ahlinya untuk menjelaskannya buat Anda. Namun di edisi minggu ini, akan dibahas lebih dulu soal efek jangka pendek maupun jangka panjang terhadap mesin bila sering gonta-ganti oli merek lain.


Sebaiknya lakukan flushing dulu sebelum menuang oli baru dengan merek berbeda
Soal yang paling sering dilontarkan pembaca OTOMOTIF ini, M. Abidin, Manager Technical Department Service Division PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) mengatakan bahwa tidak akan terlalu berdampak negatif terhadap mesin. Dengan catatan selama grade dan kelasnya sama.

“Namun sebaiknya gunakan merek yang setara di pasaran. Dan perlu dipahami bahwa fungsi oli bukan hanya sebagai pelumas. Tapi juga sebagai perendah efek gesekan, untuk mendinginkan, sebagai penyekat/sealing, buffer (penahan impact yang besar) atau stress dissipation, mencegah karat serta membersihkan kotoran di dalam mesin,” tambahnya.

Sedang tanggapan dari Sarwono Edhi, Tecnical Service Training Manager PT Astra Honda Motor (AHM), bilang dalam pemilihan oli hendaknya memperhatikan spesifikasi untuk mesin motor dimaksud. “Mulai SAE, API Service serta JASO-nya,” ujar Edhi.

Akan tetapi, lanjut Edhi, tiap produsen terkadang punya tambahan aditif tertentu untuk menunjang performa dari oli tersebut. Sehingga ia menyarankan hendaknya konsumen tidak sering menggonta-ganti oli beda merek. Karena dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap kinerja oli tersebut terhadap mesin.

Reiner Sitorus, Senior Manager Spare Parts & Service Dept. Marketing Division PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) pun senada Edhi. “Soalnya dikhawatirkan kalau formula aditifnya berlainan, ketika tercampur (oli lama dengan oli baru beda merek) akan membuat kinerja oli barunya jadi tak sempurna. Boleh-boleh saja sih ganti oli lain merek. Asalkan speknya sesuai dan sebelum menuang oli baru, yang lama sebaiknya di-flush lebih dulu,” saran Reiner.

Lantas apa efeknya bila menggunakan oli dengan grade yang tidak sesuai (lebih rendah atau lebih tinggi) dari anjuran pabrik? Kata Abidin, pabrikan pastinya punya tujuan tertentu dalam merekomendasi mesin hasil produksinya dengan oli yang direkomendasi.


Perhatikan spek oli yang hendak ditebus dengan teliti. Mulai dari API Service, SAE maupun JASO-nya
“Pengaruh paling terasa adalah ‘konsumsi oli’ dan dampak penggunaan oli terhadap konsumsi bahan bakar. Namun grade rendah belum tentu gak cocok. Tergantung peruntukan mesin itu sendiri. Sebalik grade lebih tinggi juga belum tentu cocok,” tambah Abidin. Hal tersebut, lanjutnya, belajar dari kasus keluhan konsumen yang pihaknya alami.

"Konsumen kami itu memiliki mobil Eropa pengguna oli bermerek terkenal. Sisa oli mobilnya itu digunakan untuk sepeda motor sportnya. Tapi akibatnya motor tidak bisa ‘lari’ lantaran kopling selip. Karena oli mahal untuk mobil biasanya terdapat Logo ‘DONUT’ yang bertuliskan ‘CONSERVING II’. Itu artinya kadar additive (teflon), persentasenya lebih banyak dari oli biasa. Dampaknya pada kopling sepeda motor bebek atau sport yang terendam, akan selip karena tidak dirancang menggunakan oli tersebut,” tutur Abidin.

Lain halnya yang dikatakan Edhi. “Oli dirancang untuk mesin tertentu yang disesuaikan dengan toleransi celah antar part, suhu yang bekerja dan beban kerja dari mesin tersebut. Apabila grade oli tersebut tidak sesuai dikhawatirkan bisa berpegaruh terhadap kinerja dari mesin tersebut,” tukasnya.

"Grade biasanya menentukan oli tersebut cocoknya untuk mesin seperti apa. Soalnya makin ke sini mesin dirancang makin presisi. Sehingga butuh oli dengan grade yang sesuai peruntukkannya. Sebab kalau pakai oli yang diperuntukkan buat mesin motor keluaran lama, bisa berdampak negatif pada mesin itu sendiri ," timpal Reiner.

Sumber by : motorplus
Read More..