Social Icons

twitter facebook rss feed

Kamis, 25 Maret 2010

Pelek-pelek yang dibuat dengan desain kreasi sendiri diprediksi akan membawa tren

baru dalam dunia modifikasi Tanah Air khususnya untuk sepeda motor.


Dengan desain yang sesuai selera kita tentu pelek-pelek yang dibuat secara custom ini menjadi lebih individual dibanding kita menggunakan pelek keluaran after market yang dijual massal. Apalagi desain pelek bisa disesuaikan dengan konsep modifikasi motor kita.

Mau bukti? Coba sambangi saja bengkel C.Maxi yang berlokasi di Jl. Ki Guno Mrico 414 Giwangan, Yogyakarta. Di sini, pelek dengan desain seperti apapun bisa dibuat.

"Kalau cari yang after market mungkin susah untuk samakan dengan konsep modifikasi motor kita, tapi kalau custom seperti ini kan tinggal pesan saja sesuai mau kita," ungkap Wedi Santoso dari C.Maxi, ketika ditemui di sela pameran Indonesia International Bus, Truck, and Component Exibition (IIBT) 2010 di JIExpo KEmayoran, Jakarta, Rabu (24/3/2010).

Pelek-pelek custom, akunya, selama ini diterapkan untuk motor-motor besar seperti Harley-Davidson. Namun kini motor-motor sport, bebek, hingga skutik pun sanggup dijejali pelek yang dirancang sesuai kemauan pemesannya tersebut.

"Tinggal cocokkan saja apa konsep modifikasinya mau ekstrim atau biasa saja, kemudian desain peleknya serahkan ke kita, nanti kita buatkan. Kalau mau masukan desain dari kita juga bisa," papar Wedi.

Pemintanya pun sudah cukup banyak. Rata-rata motor-motor seperti Suzuki Thunder, Honda Megapro, Honda Tiger, Yamaha V-ixion, Yamaha Scorpio yang sudah dmodifikasi hingga skutik bergaya low rider pun sudah menerapkan pelek-pelek custom seperti buatan Wedi dkk.

Opsi penggunaan pelek custom ini aku Wedi lebih baik dibanding modifikator mencari pelek after market atau bahkan limbah dari motor-motor gede (moge) luar negeri. "Kalau pakai yang hasil desain sendiri kan mungkin cuma dia yang gunakan pelek itu di seluruh motor di dunia," kekehnya.

Cukup sediakan dana Rp2 jutaan hingga Rp3 jutaan, maka dalam waktu sepekan Wedi beserta timnya mampu membuatkan pelek yang sesuai dengan desain yang Anda minta. Motor Anda pun tampil istimewa karena pelek ini tak dijual dipasaran.

Tertarik? Wedi mengakui, dimasa yang akan datang pelek-pelek seperti ini akan lebih diburu para modifikator Tanah Air.

Read More..

Selasa, 23 Februari 2010

Memilih dan Merawat Roller yang Tepat Untuk Motor Matic

Fungsi roller pada motor matic adalah untuk memberikan tekanan keluar pada variator hingga dimungkinkan variator dapat membuka dan memberikan sebuah perubahan lingkar diameter lebih besar terhadap belt drive sehingga motor dapat bergerak. Kinerja variator ini sangat ditentukan oleh Roller, baik itu bentuk maupun bahan roller, dan yang terpenting adalah berat dari roller.

Bentuk roller yang baik harus lah berbentuk bundar, bentuk bundar dan sempurna mempermudah pergerakan dari variator, bila bentuknya sudah tidak bundar, maka sudah waktunya Anda mengganti Roller motor matic Anda. Bahan yang dipergunakan biasanya terbuat dari bahan teflon karena sifatnya yang licin, keras, dan tahan panas.

roller1.jpg

Meningkatkan Aselerasi dan Top Speed

Dikarenakan roller sangat berpengaruh terhadap perubahan variabel dari variator, tentu akan sangat berpengaruh terhadap performa motor matic. Aselerasi dan Top Speed sulit didapatkan secara bersamaan dalam sebuah motor matic tanpa meningkatkan kinerja dapur pacu. Dalam meng-”utak-atik” roller, Anda hanya akan dihadapkan pada pilihan: “Aselerasi” atau “Top Speed”.

Bila kita sering melakukan perjalanan di dalam kota, melewati kemacetan, kondisi yang “stop and go”, dan jarak yang tidak terlalu jauh, pilihan Anda sebaiknya adalah Aselerasi. Aselerasi akan lebih baik bila Roller memiliki berat lebih ringan. Misalnya, bila berat standard dari roller yang dipergunakan adalah 13 Gram, Anda akan mendapatkan sensasi aselerasi ini dengan menggunakan roller 12 Gram.

Namun bila Anda sering melakukan perjalanan antar kota dengan jarak yang cukup jauh atau bahkan touring dengan rekan – rekan Anda. Pilihan Top Speed lebih cocok dipergunakan. Sama dengan contoh kasus diatas, Top speed yang lebih baik akan Anda peroleh dengan mengganti Roller dengan yang lebih berat dari berat standard, misalnya 14 Gram.

Membersihkan Roller

Membersihkan Roller secara berkala juga diperlukan, dengan menggunakan bensin dan kuas, Anda dapat menghilangkan debu-debu dan kotoran yang menempel. Untuk beberapa jenis motor matic yang memerlukan pelumasan (grease) pada roller, memerlukan pemeriksaan dan perawatan lebih sering dari pada yang tidak menggunakan pelumasan.

Aselerasi dan Topspeed Bersamaan

Saat ini, saya menggunakan Roller yang terbilang tidak biasa, roller yang tidak bundar. Roller yang saya pergunakan sekarang adalah produksi dari Dr. Pulley dari Taiwan, yang disebut dengan Sliding Roller. Dengan mempergunakan berat kombinasi 12 dan 13 gram, tarikan terasa lebih merata pada tarikan awal, aselerasi, maupun pada putaran tinggi. Aselerasi dan Deselerasi juga cukup mengagumkan…

roller-sr.png

Roller ini terbilang cukup unik, harganya pun bisa sampai 12 kali dari roller biasa. Bahan yang dipergunakan terbilang lebih awet, menurut pembuatnya ia menyebut bahan teflon ini dengan sebutan SL-9. Setelah satu tahun lebih, dan berjalan sejauh 25.000 Kilometer, kondisi Roller tersebut masih cukup bagus. Kemungkinan masih bisa dipergunakan hingga 2 tahun kedepan.

Roller Dr. Pulley ini tersedia untuk berbagai merk scooter matic yang beredar di Eropa dan Taiwan seperti Yamaha Majesty (125 dan 250), Honda, Kymco, Suzuki Skywave 250, Piaggio, GY6 Based Scooter (Kymco, SYM), Gillera, Aprilia, Malaguti, Peugeot.

Untuk beberapa Tipe Scooter Matic yang berada di Indonesia dapat juga di terapkan: Honda Vario, Suzuki Spin 125, dan Kymco semua jenis matic (Trend 125, Trend SR 125, Easy/Easy JR 100, Free LX 110, Free EX/ECX/MX 100, Dink 150, Grand Dink 250, dan Xciting 500).

Ide Konstruksi, Bahan, dan Bentuk dari Sliding Roller Dr. Pulley ini telah dipatenkan oleh penemunya, dan telah beredar ke negara-negara eropa dan Amerika.

Hasil Test Performa:
testreport.png

Dimana Membeli Dr. Pulley ?

Maaf sy gak bisa melayani lewat nomer HP :) pulsa saya terbatas :D Jadi tanya-jawabnya di sini saja.

Beli sliding roller bisa di Dutamatic Bandung, atau bisa hubungi teman-teman angkringan atau masuk ke kymco.or.id. Beberapa rekan telah mengimpor sliding roller, hit clutch, dan variator dr.pulley dari Taiwan. Anda juga bisa memesan melalui situs ebay, hanya untuk diketahui, Yamaha Mio, Suzuki Spin, Suzuki Skywave, Honda Beat, Honda Vario, tidak terdapat / populer di wilayah eropa / taiwan. Hanya saja, beberapa rekan pernah mengujicobakannya dan cocok di Yamaha Mio, Suzuki Spin, dan Honda Vario.

Read More..

International Matic Race

3979matic-miolo.jpgBalap paling dahsyat dan heboh di 2010 sudah pasti International Matic Race (IMR). Pasalnya balapan skubek pertama yang melibatkan pembalap dari luar negeri. Diadu bareng dengan pembalap lokal yang geber di kelas yang sama. Ayo siapa berani?

IMR adalah kelanjutan dari program Matic Race tahun lalu yang dikemas setara kejurnas. “Nah, di 2010 tentu ditambah dengan terobosan baru. Selain dikawal langsung MOTOR Plus juga mendatangkan pembalap luar negeri,” cuap Tomy Huang, bos BRT yang dapat ide soal balap matik dari Em-Plus.

Sukses Matic Race tahun lalu dan penjualan skubek mencapai 37,34%, membuat sponsor lama tetap eksis. “Seperti BRT, Indoparts, Federal Oil, AHRS dan Kawahara. Sponsor baru KYT, R9 dan CLD sudah oke. V-belt Bando masih proses,” jelas Krishna Utama, promotor dari Okzigen.3980matic-tommy-huang.jpg

Bejibun sponsor sangat menguntungkan bagi pembalap dan tim. Selain dapat pengalaman fight dengan pembalap luar, juga bejibun hadiah. Enaknya lagi, hajatan bakal digelar lebih luas. Meliputi pulai Jawa dan Bali. Kota yang bakal disinggahi yaitu Jakarta, Bandung, Jogja, Surabaya, Bali dan Jakarta (Final).

Kelas yang dilombakan mirip dengan tahun lalu. Yaitu: Standar pemula 115 cc (MTC1), Standar 115 cc Open (MTC2), Standar 130 cc pemula (MP7), Standar 130 cc open (MP7), Bore up 150 cc pemula (SM1), Bore up 150 cc Open (SM1), Bore up 175 cc Open (MTC3) dan FFA For Technology s/d 300 cc.

Asyiknya setiap pembalap yang menang atau juara 1 di kelasnya akan mendapatkan 1 unit motor skubek. Itu bakal diganjar pada setiap serinya.

“Jumlah motor yang disediakan dari 6 seri itu sekitar 48 motor. Ditambah 1 unit Daihatsu Gran Max untuk juara umum di kelas Open 130 cc,” jelas Fredy Ojo Rostiawan, perumus regulasi juga dari Okzigen Organizer.

Kemungkinan kelas lain yang bakal muncul ada. Seperti OMR Minerva yang motornya disediakan oleh pabrikan. Aries“Pembalap tinggal gas. Juara 1 setiap seri akan diganjar skuter Minerva,” jelas Tomy Huang.

Namun sayang, untuk kelas 130 cc pemula MP7 memang tidak bisa diberikan hadiah motor. Sebab regulasinya tidak sejalan dengan sponsor yang mendukung hajatan ini. Tidak bisa berpromosi karena serba standar.

KESEMPATAN HONDA

Dari pabrikan Yamaha sepertinya tidak ada lampu hijau untuk mensupport balap matik. Maklum promosinya sudah terlanjur untuk wanita. Padahal, meski untuk wanita, banyak pria yang suka juga lo.

Ini kesempatan Honda memanjakan pemakai produknya. Tim yang geber di HRC (Honda Racing Championship) menggunakan skubek tidak percuma. Selain dipakai di HRC yang hanya 6 seri, bisa juga dipakai di International Matic Race (IMR). Jadi, motornya tidak banyak nganggur.

Selain itu IMR adalah balap bergengsi untuk riset semua produk. Bisa dijadikan Honda untuk ajang riset dan membagikan teknologinya kepada semua tim. “Populasi Honda bisa mendominasi di balap matik,” jelas Coki dari JP Racing.
Read More..

Jangan Asal Ketok

2645asal-getok-1-dvd.jpgAwas, jangan asal main ketok aja! Kalau yang diketok kepala biar bisa muncul ide brilian sih enggak apa-apa kali ya? Tapi kalau yang digetok mur pengunci mangkuk kopling sentrifugal skubek, bisa bahaya tuh!

Sebab pabrikan melalui jaringan bengkel resminya sudah memberikan panduan tata cara bongkar-pasang yang benar. Serta berikan toolkit khusus yang memadai. “Jika mur itu sengaja dipukul untuk melepas kekencangannya, akan berefek kepada komponen yang lain,” ujar Aris FMC, mekanik Matic’s Center.

Jika terpaksa dengan trik ini, bagian komponen yang cepat alami kerusakan bukan cuma ulir dan poros puli sekunder. Alur pada gigi-gigi di as pemutar dan alur gigi girboks pun mudah rompal atau terluka.2646asal-getok-2-dvd.jpg

“Jika ada bagian yang terluka, biasanya putaran pada pertemuan gigi akan bersuara mendengung. Bahkan, rawan terkikis juga. Belum lagi ditambah lemahnya laher akibat sering kena pukulan,” imbuh pria yang buka bengkel di Jl. Raya Gandul, Cinere, Depok, Jawa Barat.

Selain itu ketika as puli sekunder yang juga kerja bareng memutar gigi rasio ini dipukul, tentunya bisa menyebabkan klip penahan bergeser. Ya jika klip itu hanya bergeser, tapi jika terlepas dan menggangu kinerja rasio, bisa bahaya tuh!

Belum lagi jika as digetok dan mundur! Maka, as itu bisa melukai crankcase yang ada di dalam rasio. Crankcase bisa aja bolong atau retak jika pukulan terlalu kuat!

Selain as puli sekunder atau as rasio, cara main getok lain yang diharamkan juga pada bagian puli depan alias rumah roller. Tapi selain pakai toolkit khusus, untuk membuka puli itu juga bisa memakai baut panjang. Fungsinya untuk mengganjal rumah roller agar tidak ikutan memutar.

“Jika keseringan dipukul, juga bisa bikin as dan coolar (bushing puli) mengembang. Tak cuma itu, washer plate (ring penganjal) mangkuk puli luar dan laher kruk-as gampang oblak," pesan Aris.
Read More..

Untuk Semua Skubek

2713puli-kecil-bela1.jpgKita sudah ngebahas perbedaan tenaga setelah pakai pully rumah roller standar Mio dibandingkan dengan produk variasi. Pully standar punya kemiringan 14° sedang yang variasi 13,5° atau lebih kecil 0,50 dari asli pabrik. (Judul artikel Standar Vs 13,5ยบ - red)

Dibantu dynotest untuk mengujinya. Pully variasi dapat torsi 12,13 Nm/7.400 rpm atau naik 0,34 Nm dari standar, yaitu 11,796 Nm/8.100 rpm. Artinya, tarikan awal pully variasi lebih responsif. Bahkan torsi tertinggi bisa dicapai pada rpm 7.000 atau lebih awal.2714puli-kecil-bela2.jpg

“Namun pemilik skubek yang tidak ingin mengandalkan pully variasi, bukan nggak bisa gaya seperti itu. Sebab hampir semua mangkuk rumah roller skubek standar bisa dibikin seperti itu. Cuma tetap harus tahu tata caranya,” jelas Om Martin, bos bengkel bubut Kem Brother’s yang sudah biasa melakukan di Mio dan Nouvo.

Dipertegas Om Martin lagi, ubah pully standar agar responsif tidak boleh lebih dari 1°. Misalkan pully Mio standar 14°, kalau bisa turun jadi 13° dan jangan sampai 12°. Sebab jika lebih dari ukuran itu, pertemuan tapak pully dengan belt hanya sedikit (gbr. 1). Belt pun rawan slip.

2715puli-kecil-bela3.jpgMenurut analisis beberapa tuner skubek, pemakaian pully 13° ibarat memperbesar gir depan di motor bebek. Semisal dari mata gir 14 jadi 15. Sehingga buat mesin yang sudah dimodifikasi, ubahan ini bikin tarikan awal skubek makin mantaf.

Nah, kalau sudah paham, proses berikutnya memangkas pully di bengkel bubut. Selain itu, biar akurat tapak pully wajib diukur pakai busur derajat biar nggak salah papas.

“Biar tapak pully 14° jadi 13° atau turun 1°, bagian yang banyak dipapas di tengah. Sehingga ketika pully terpasang, posisi derajatnya makin rata (gbr. 2),” lanjut Om Martin dari maraksanya di Beji, Depok, Jawa Barat.

Sementara buat pully yang sudah tidak lagi rata alias sudah memiliki cekungan, diingatkan untuk hati-hati saat pengikisan (gbr. 3). Sebab kalau salah ukur, derajatnya bisa lewat dari angka 1.
Read More..