Social Icons

twitter facebook rss feed

Selasa, 23 Februari 2010

Cek 3 Poin Jika Mio Bore-Up Over Heat

MioIngin performa harian Yamaha Mio semakin cihuy? Pasti pada setuju, kalau cara yang paling tepat adalah melakukan bore up mesin. Hal tersebut jadi solusi, soalnya sudah banyak juga yang jual paketan bore up 150 cc.


Tapi tahu enggak! Ternyata menaikkan cc mesin Mio jadi pelego itu memiliki efek samping! “Kalau settingan dan sirkulasi pelumas gak pas, mesin jadi cepat panas. Parahnya, seher bisa langsung ngancing atau malah jebol,” wanti Ari Kristanto dari bengkel GMotor.

Nah masalah apa saja yang bikin overheat? Simak tiga poin berikut ini!

Gbr 1

Gbr 2

Gbr 3

Gbr 4

Debit Bensin
Volume ruang bakar yang meningkat, butuh debit bensin yang lebih banyak dari standarnya. Bila terlalu miskin, mesin jadi gampang overheat.

Mau tau pengecekan debit bensin yang pas? Lihat saja elektrode busi, bila warnanya cokelat (gbr.1) dipastikan pembakarannya sesuai. Kalau berwarna putih berarti miskin dan bila hitam maka debit bbm terlalu berlebih.

Cara mendongkrak debit bensin, dengan menaikkan ukuran pilot dan main jet (gbr.2). Dari pilot jet standar Mio \38 dengan main jet 110/105, maka kenaikannya cukup 1-2 step. “Pilot jet-nya jadi 40 dan main jetnya jadi 115/120,”

tutur Ari.

Kompresi
Bicara kompresi, artinya menyinggung posisi TMA seher dan kepala silinder. Nah semakin dekat jarak tersebut, semakin besar pula perbandingan kompresinya.

“Dengan kodisi seperti ini, tidak dianjurkan untuk menggunakan bahan bakar beroktan rendah seperti Premium. Minimal pakai Pertamax,” ungkap Ari.

Bila memaksakan pakai Premium, dikhawatirkan akan terjadi knocking alias ngelitik. Pasalnya campuran bensin dan udara yang ada di blok silinder terbakar oleh panas mesin dan bukan oleh api busi. Efeknya hampir sama seperti kekurangan debit bensin yang bikin ruang bakar jadi kering.

Cara lain dengan menjauhkan jarak TMA piston dengan kepala silinder dengan memakai paking head tambahan (gbr.3) setebal 0,3 mm sehingga tekanan kompresi berkurang.

Oli mesin
Takaran oli mesin yang enggak sesuai, dapat menimbulkan panas mesin yang berlebih. Hal itu terjadi karena adanya gesekan antara komponen yang tak terlumuri oli. Jadi, energi kalor meningkat dan panas mesin ikut naik.

Takaran oli yang tidak sesuai bukan karena kelalaian pemiliknya. “Bisa jadi oli memuai! Ingat! Berkurangnya additive dalam oli karena usia pakai, bisa menyebabkan perubahan kekentalan oli. Nah semakin encer oli, cenderung semakin mudah pula oli itu menguap,” urai Ari.

Read More..

Irit Mudah Carinya



3575kampas-kopling-dvd-1.jpgMeski beda pabrikan, dua skubek terkemuka di Indonesia, yaitu Yamaha Mio dan Honda BeAT bisa saling 'bantu' soal kampas kopling. Karena, Secara bentuk dan ukuran, kampas kopling CVT sama persis.

Bukan cuma bisa saling substitusi pemakaian doang. Juga ada unsur efisiensi dan saling menguntungkan antara keduanya. Itu karena masing-masing cara jualnya beda.

Khusus untuk Mio, tidak bisa beli kampas koplingnya saja. Artinya, kalau beli kampas kopling CV harus satu set dengan mangkuk dudukannya.

"Sementara, untuk BeAT bisa beli kampas koplingya saja, tanpa dudukannya. Itu yang membuat pemilik Mio bisa lebih ngirit, karena bisa beli kampas doang punya BeAT," terang Sugeng, pedege di Cineng Motor, Ciledug, Tangerang.

Hitungannya begini. Kalau pemilik Mio mau beli satu set kampas kopling, musti ngerogoh Rp 232.500/set termasuk mangkuk dudukan. Sementara kalau butuhnya cuma kampas koplingnya aja, cukup beli punya BeAT yang memang dijual tanpa dudukannya, hanya Rp 110 ribu. Lebih irit kan?

Toh, secara fungsi kan sama saja. Cara pasangnya juga demikian. Tinggal plek, tiga buah kampas kopling dimasukan ke tempatnya. Tanpa ubah apapun, langsung pasang.

Sementara kalau kampas kopling racing, giliran BeAT yang dapat keuntungan. Enggak perlu pusing dan repot cari seri kampas kopling kompetisi khusus BeAT.

Tinggal cari dan beli saja kampas variasi untuk Mio yang pasti sudah muncul. Soalnya, untuk masalah racing kan Mio sudah lebih duluan munculnya. Juga duluan keluar aftermarketnya, kan?

Misal, pakai produk Kawahara yang dijokul Rp 350 ribu. "Saya sudah mencobanya untuk BeAT. Bisa tuh. Nggak mengubah apapun. Karena memang pas," terang Mariasan Kocek, pembalap seeded sekaligus mekanik JP Racing, di Bintaro, Pondok Aren, Tangerang. Wah, pembalap sekaligus mekanik. Dobel dong kangtaunya.

Secara bentuk, kampas kopling aftermarket racing memang memiliki bentuk yang lebih lebar. Tapi dipasang tetap pas, karena panjang dan ukurannya masuk pada dudukan mangkuknya. "Justru lebih menyempurnakan fungsi. Apalagi kalau buat harian. Kampas itu malah jadi lebih mantep dan awet," tambah Kocek.

Soal harga, diakui lebih tinggi. Namanya juga spek racing, pasti ada lebihnya. Harga enggak bohong kan?

Read More..

YMB (Yamaha Matic Bogor)



YMB (Yamaha Matic Bogor) merupakan suaru wadah perkumpulan para maniak motor yamaha matic di Indonesia, terutama yang berdomisili di wilayah Bogor dan sekitarnya. Didlam club ini kita dapat bertukar informasi dan berbgi wawasan seputar tentang yamaha matic-mu...

jadi tunggu apalagi ayooo ikut gabung....bersama kami YMB...di jalan padjajaran (depan gedung esia) Bogor, jam 20:00 s/d selesai..

YMB (yamaha Matic Bogor) meliputi motor yamaha : MIO, NOUVO, MAJESTIC

untuk informasi lebih lanjut hubungi ::

-Angga = 085692030666

-Anissa = 081210174350

-Ibnu = 0811112567
Read More..

Kamis, 08 Januari 2009

AXISS hiks hiks


YMB with ADIRA MOTOMAXX . . . Wolouuu


@JURNAL BOGOR
TABLOID INFO BOGOR                          
Click Untuk Perbesar


TABLOID MOTOR PLUS




--- With TRANS-7 ---





Read More..

Sabtu, 03 Februari 2001